
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Untuk melihat perkembangan pengolahan emas non merkuri yang merupakan proyek The United Nations Development Programme (UNDP) Gold-Ismia di lokasi Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK).
Maka Gold-Ismia menggelar media visit ke lokasi proyek PESK dalam bentuk koperasi yang ada di wilayah Kabupaten Minut tepatnya, di Desa Talawaan dan Tatelu, Kamis (15/12/2022).
Berdasarkan pantauan media ini, ke lokasi pertambangan hingga ke lokasi pengolahan emas yang ada di desa Talawaan dan Tatelu, yaitu lokasi Koperasi Batu Api desa Talawaan dan Koperasi Matuari Mandiri desa Tatelu, segala sesuatu di lokasi itu dilakukan Safety dan sesuai dengan proyek Gold-Ismia yaitu pengolahan emas tanpa menggunakan Merkuri. Terlihat juga kesadaran dari masyarakat sekitar yang juga sudah bergabung bersama koperasi dalam mengelola hasil penambangan untuk diolah menjadi emas.
Dilokasi tersebut juga terlihat pertumbuhan ekonomi yang sangat baik, terlihat dari rumah-rumah penduduk yang ada dekat lokasi pertambangan baik di desa Talawaan dan desa Tatelu.
Hukum Tua (Kepala Desa) Talawaan Recky Sumampouw yang juga sekertaris Koperasi Batu Api menyampaikan, jika terdapat banyak manfaat positif dari proyek Gold-Ismia ini.

“Dari proyek Gold-Ismia ini kami banyak merasakan manfaat positif, seperti kami dibantu untuk pengurusan ijin agar menjadi legal. Banyak pelatihan yang dilakukan untuk penambang, juga bantuan-bantuan lain sebagai penunjang kerja lapangan untuk para penambang. Kami juga memastikan jika pengolahan emas di desa kami sudah tidak lagi menggunakan merkuri. Banyak juga masyarakat yang sadar tentang bahanya merkuri sehingga tidak lagi menggunakan merkuri dalam pengolahan emas,” beber Sumampouw.
Kepada sejumlah media, Nasional Project Manager Gold-Ismia Baiq Dewi Krisnayati mengatakan, jika proyek ini mengajarkan alternatif pengelolaan emas tergantung metode apa yang dilakukan penambang emas tanpa merkuri.
“Jadi kami mengajarkan para penambang untuk mengelola emas tanpa menggunakan merkuri, tergantung metode apa yang ingin digunakan. Intinya pertambangan emas dilakukan secara legal dan pengelolaan emasnya tanpa merkuri,” ujar Dewi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Nation Project Director Gold-Ismia/Direktur PB3 KLHK Yulia Suryanti, Head of Environment Unit UNDP Indonesia Aretha Aprilia, Deputy National Project Director Gold-Ismia/Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Pertambangan BRIN Dadan Moh Nurjaman, Communication Unit UNDP Suryo Utomo Tomi, Kadis LH Minut Marthen Simon Sumampouw, Dibas ESDM Provinsi Sulut Julia Pingkan Petra Boeloeran. (Josua)
![]()





