
Perayaan Upacara Adat Tulude dan HUT Kabupaten Kepulauan Sangihe ke-598, Selasa malam (31/1/2023). (Foto: Kominfo Sulut)
Sangihe dan Sitaro, www.inspirasikawanua.com – Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Steven Kandouw melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Sitaro, pada Selasa-Rabu (31/1 hingga 1/2/2023).
Dalam kunjungan kali ini, Wagub Steven Kandouw akan melaksanakan sejumlah agenda diantaranya meresmikan gedung keberfungsian kuliah terpadu Politeknik Negeri Nusa Utara di gedung Manganitu, mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten kepulauan Sangihe dalam rangka HUT ke 598 tahun, mengikuti upacara adat Tulude tahun 2023 di Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Sitaro.

Saat kunjungan di Kabupaten Sangihe, agenda pertama Wagub Kandouw turut mendampingi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Kiki Yuliati meresmikan gedung keberfungsian kuliah terpadu Politeknik Negeri Nusa Utara di gedung Manganitu, pada Selasa (31/1/2023) pagi.
“Kita patut berbangga, dimana adik-adik kita bisa mendapatkan akses dan fasilitas pendidikan yang lebih bermutu dengan hadirnya Politeknik Nusa Utara. Ini tentu sangat membantu anak-anak kepulauan Sangihe, Sitaro maupun Talaud yang mau berkuliah,” kata Wagub Kandouw dalam sambutannya.

Selanjutnya, Wagub Steven Kandouw mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten kepulauan Sangihe dalam rangka HUT ke 598 tahun serta upacara adat Tulude tahun 2023, Selasa malam (31/1/2023).

Mewakili sambutan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw memberikan selamat kepada Pemkab dan masyarakat Sangihe atas pelaksanaan perayaan acara adat Tulude sekaligus peringatan HUT ini.
“Atas nama bapak gubernur, atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, masyarakat Sulawesi Utara, dari Miangas sampai di Pinogaluman mengucapkan banyak selamat kepada pemerintah dan masyarakat Kepulauan Sangihe,” ucap wagub.
Menurut wagub, perayaan adat Tulude memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat yang masih berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional yang diwariskan oleh para leluhur.
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana tingginya adat dan peradaban masyarakat Kepulauan Sangihe dengan kita sama-sama melaksanakan acara Tulude ini. Suatu acara yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun selama ratusan tahun, yang sifatnya yang mengandung makna, yaitu sangat menginspirasi kita semua,” kata wagub.
Kemudian Wagub Steven Kandouw menjelaskan perihal intisari perayaan adat Tulude untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Substansi dari acara Tulude ini adalah kontemplasi, introspeksi, evaluasi terhadap apa yang kita lakukan selama tahun 2022 lalu, dan bagaimana kita akan menjalani tahun 2023 ini agar mendapat pijakan-pijakan yang betul dan stample yang mantap dalam menatap ke depan. Sungguh Tulude ini merupakan suatu contoh untuk kita selalu bersyukur sembari memohon ampun kepada Tuhan dan selalu meminta petunjuk kepada Tuhan,” jelas Wagub Kandouw.
Menghadapi tahun 2023 ini menurut Wagub Sulut Steven Kandouw, kita semua akan diperhadapkan dengan berbagai tantangan. Namun sesuai dengan semboyan masyarakat Sangihe “Somahe Kai Kehage” yang menggambarkan bahwa masyarakat Sangihe memiliki etos kerja tinggi dan tak mudah menyerah, optimis menghadapi tantangan dan hambatan.
Wagub Kandouw juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menjaga persatuan demi kemajuan daerah Sulut.
“Mari terus kita mantapkan persaudaraan kita, gotong-royong kita, kebersamaan kita, tekad bulat kita semua dari pemerintah provinsi, kabupaten hingga di tingkat opo lao. Tentu juga dengan secara horizontal, tendensi-tendensi ke masyarakat kita supaya kita terus jalan, kita jaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan,” ajak wagub.
Lebih lanjut, Wagub pun mengimbau untuk menyingkirkan sejumlah perbedaan baik latar belakang dan warna afiliasi politik. Kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat sangatlah penting.

“Bapak ibu yang saya hormati, 598 tahun adalah waktu yang lama, tapi kita harus bermimpi, bertekad, bahwa Sangihe harus ada kalau perlu 2000 tahun lagi. Untuk itu mari kita ciptakan dasar-dasar yang kuat terutama pada sumber daya manusia kita, putra putri kita yang ada di Sangihe. Mari kita ciptakan satu lingkungan yang baik untuk anak-anak dan cucu-cucu kita,” imbaunya.
“Untuk itu mari kita duduk bersama dengan visi yang sama untuk masa depan Kepulauan Sangihe yang kita cintai ini,” sambung wagub menutup sambutan yang diiringi deru tepuk tangan para tamu undangan.
Dalam perayaan adat Tulude dan HUT Kabupaten Kepulauan Sangihe kali ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen, Penjabat Bupati Sangihe dr Riny Tamuntuan, sejumlah kepala daerah, jajaran Pemprov Sulut dan Sangihe.

Usai dari Sangihe, Wagub Steven Kandouw bersama rombongan bertolak ke Kabupaten Kepulauan Sitaro melanjutkan kunjungan kerjanya
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari pulau Sangihe, akhirnya Wagub Steven Kandouw bersama rombongan tiba di Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk mengikuti kegiatan Tulude di kabupaten tersebut.

Menurut Wagub, gelar Adat Tulude di Kabupaten Kepulauan Sitaro 2023 bisa memberikan kesan yang diimplementasikan dalam keseharian masyarakat Sitaro.
“Kiranya perayaan Tulude dikabupaten Kepulauan Sitaro tahun ini dapat memberikan makna yang mendalam untuk diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Banyak selamat, semoga acara ini tetap memberi kesan dan pesan untuk kita semua. Memberi arti tidak untuk saya, tidak hanya untuk ibu Bupati dan pak Wakil Bupati, tapi untuk kita semua untuk saling menghargai satu sama lain, berupaya satu sama lain lebih baik di tahun 2023 ini,” tandasnya. (*Advertorial Dkips-Ik)
![]()





