
Minsel, www.inspirasikawanua.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menutup kegiatan pelatihan pengimbasan “Minahasa Selatan Pande Mareken Ang Karapi I” yang lebih dikenal dengan program Pandai Berhitung menggunakan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara. Acara yang berlangsung selama lima hari penuh ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika sejak tingkat Sekolah Dasar.

Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., yang secara langsung menghadiri dan menutup acara tersebut, menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis untuk mengubah wajah pembelajaran matematika yang selama ini sering dianggap sulit dan membosankan oleh siswa-siswa SD.
“Kita tidak bisa lagi membiarkan generasi muda kita merasa terbebani dengan mata pelajaran yang sebenarnya bisa menjadi dasar kuat untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis mereka,” ujar Bupati Franky dalam sambutannya. “Metode GASING yang digagas oleh Prof. Yohanes Surya adalah jawaban kita untuk membuat pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, mudah dipahami, dan memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan peserta didik kita.”
Pelatihan yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa pada November 2025 ini memiliki fokus khusus pada penguatan kapasitas guru-guru SD dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif. Berbeda dengan metode konvensional yang seringkali menekankan hafalan rumus, Metode GASING mengedepankan tiga prinsip utama yang saling terkait: konkret, abstrak, dan mencongak.

Melalui pendekatan konkret, peserta didik diajak untuk memahami konsep matematika melalui objek dan pengalaman nyata di sekitar mereka. Setelah itu, mereka dibimbing untuk memahami konsep secara abstrak sebelum akhirnya dilatih kemampuan berhitung secara mental atau mencongak. Dengan cara ini, siswa tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan dalam menyelesaikan soal matematika, tetapi juga memahami mengapa langkah-langkah tersebut dilakukan.
“Kita ingin guru-guru tidak hanya menjadi pemberi materi, tetapi juga fasilitator yang mampu membimbing siswa untuk memahami esensi dari setiap konsep matematika,” jelas Arthur Tumipa, M.Ed., yang menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekda sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan. “Oleh karena itu, pengembangan kapasitas guru menjadi prioritas utama kita, karena peningkatan mutu pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya tenaga pendidik yang kompeten dan memiliki pemahaman mendalam tentang metode pembelajaran yang efektif.”
Keunikan dari pelatihan tahun ini adalah para narasumber dan trainer yang mengisi sesi pembelajaran merupakan guru-guru dari Kabupaten Minahasa Selatan yang telah mengikuti pelatihan awal pada tahun sebelumnya. Mereka adalah Priscilia Venkhe Pangkey, S.Pd., Natalia Runtunuwu, S.Pd., Irma Nirwana Bokau, S.Sos., Merlina Siangli Mapasa, S.Pd., Alisia Umboh, S.Pd., Gipsy Brigitha Muntu, S.Pd., dan Elsye Tanos, S.Pd. Dengan sistem pengimbasan seperti ini, diharapkan penerapan Metode GASING dapat menjangkau lebih banyak guru di seluruh pelosok Kabupaten Minahasa Selatan secara berkelanjutan.
“Kita percaya bahwa pembelajaran antar sesama guru memiliki keunggulan tersendiri, karena mereka memahami kondisi dan tantangan yang sama dalam dunia pendidikan kita di sini,” ujar Priscilia Venkhe Pangkey, salah satu trainer yang juga merupakan guru SD di Kecamatan Remboken. “Selama pelatihan ini, kita tidak hanya berbagi teknik dan metode, tetapi juga pengalaman praktis dalam menerapkannya di kelas, termasuk cara mengatasi berbagai kendala yang mungkin muncul.”

Hadir dalam acara penutupan tersebut juga Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Febry Dien, S.T., M.Inf.Tech. (MSN), yang memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Kabupaten Minahasa Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika. Menurutnya, langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menjadi contoh yang baik bagi daerah-daerah lain di Provinsi Sulawesi Utara.
“Kualitas pendidikan adalah modal utama untuk kemajuan sebuah daerah, dan upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Minahasa Selatan dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif seperti GASING sangat patut didukung dan didorong,” ujar Febry Dien. “Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara siap memberikan dukungan teknis dan bantuan apa pun yang diperlukan untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang maksimal.”
Sebanyak 126 guru SD dari seluruh 15 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Banyak di antaranya menyampaikan bahwa mereka mendapatkan wawasan baru dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas masing-masing.
“Sebelumnya, saya sering kesulitan membuat siswa saya memahami konsep perkalian dan pembagian,” ungkap Siti Nurhaliza, guru SD dari Kecamatan Tombatu. “Namun setelah mengikuti pelatihan ini, saya mendapatkan berbagai teknik menarik yang membuat konsep tersebut menjadi lebih mudah dipahami. Saya tidak sabar untuk menerapkannya di kelas dan melihat perubahan pada siswa-siswa saya.”
Dalam arahannya, Bupati Franky Donny Wongkar menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sains, teknologi, dan budaya yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Ia berharap seluruh peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menyebarluaskan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.
“Kita berharap manfaat dari Metode GASING tidak hanya dirasakan oleh sebagian kecil siswa, tetapi dapat menjangkau seluruh peserta didik SD di Kabupaten Minahasa Selatan,” tegas Bupati Franky. “Dengan demikian, kita dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, memiliki kemampuan numerasi yang kuat, dan siap bersaing di era globalisasi, sekaligus mendukung kemajuan daerah secara berkelanjutan menuju masa depan yang lebih baik.”
Acara penutupan pelatihan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, serta foto bersama yang menjadi kenang-kenangan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan yang penuh makna ini. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga menyampaikan bahwa program pelatihan Metode GASING akan terus dilanjutkan dan diperluas ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ke depannya. (Fanly)
![]()





