Apel Siaga HARGANAS ke-33: Bupati Minahasa Selatan Ajak Bangun Keluarga Berkualitas Sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045

oleh


Minsel, www.inspirasikawanua.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menggelar Apel Siaga dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang juga dirangkaikan dengan Apel Kebangsaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Minahasa Selatan. Kegiatan yang berlangsung meriah di Aula Waleta Kantor Bupati tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., beserta Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., yang bersama-sama menginisiasi langkah konkrit dalam memperkuat peran keluarga sebagai pijakan utama pembangunan daerah dan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Franky Donny Wongkar yang bertindak sebagai Pembina Apel, membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) yang menyampaikan makna mendalam dari peringatan Harganas tahun ini. Acara yang diisi dengan semangat kebersamaan ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menyambut momentum penting bagi kehidupan keluarga Indonesia.

“Salah satu ciri khas dari apel tahun ini adalah penggunaan Batik Nasional oleh seluruh peserta hadir. Hal ini bukan hanya sekadar aturan baku, melainkan merupakan bentuk penghormatan yang mendalam terhadap identitas budaya bangsa kita, sekaligus menjadi simbol persatuan yang kuat di tengah keragaman yang kita miliki,” ujar Bupati Franky dalam sambutannya setelah membacakan pidato menteri.


Penggunaan Batik Nasional tersebut berdasarkan Surat Edaran Kemendukbangga/BKKBN yang menjadi pedoman nasional, bertujuan untuk menciptakan keseragaman, kerapian, dan semangat kebersamaan dalam pelaksanaan apel serentak yang digelar di seluruh pelosok Indonesia. Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi bentuk penegasan komitmen bersama untuk membangun keluarga yang berkualitas sebagai pondasi utama kemajuan bangsa.

Dalam pidatonya, Bupati Franky juga mengingatkan akan tantangan besar yang dihadapi bangsa di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, tingkat ketidakpastian yang tinggi, kompleksitas masalah yang semakin rumit, serta disrupsi teknologi yang tak terelakkan. Menurutnya, dalam menghadapi kondisi tersebut, ketahanan keluarga menjadi fondasi utama yang tidak bisa dianggap remeh.

“Ketahanan keluarga adalah kunci utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, sekaligus menjadi penentu keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi yang kita miliki menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Tanpa keluarga yang kuat dan berkualitas, kita akan kesulitan untuk mencapai cita-cita besar bangsa tersebut,” jelasnya dengan nada tegas namun penuh harapan.


Bupati menjelaskan bahwa transformasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus dimulai sejak dini melalui lingkungan keluarga dengan memperkuat tiga pilar utama yang saling terkait. Pertama, pilar kesehatan melalui upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi yang optimal bagi setiap anggota keluarga, terutama anak-anak dan ibu hamil. Kedua, pilar pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini. Dan ketiga, pilar ketahanan mental agar setiap anak dapat tumbuh menjadi individu yang tangguh, adaptif, dan memiliki daya saing yang tinggi di kancah global.

Baca juga:  Gubernur Olly Terima Kunker Mensos Ke BRSPDSN Tumou Tou

“Kita tidak bisa hanya fokus pada satu aspek saja. Kesehatan fisik harus diimbangi dengan kesehatan mental dan perkembangan karakter yang baik. Semua ini harus dibangun dalam lingkungan keluarga yang hangat dan mendukung,” tambahnya.

Keberhasilan upaya membangun keluarga berkualitas tersebut, menurut Bupati Franky, tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan keterlibatan aktif kedua orang tua dalam setiap tahap perkembangan anak. Khususnya, ia menekankan peran penting ayah dalam memberikan kehadiran fisik dan emosional yang penuh kepada anak-anak dan keluarga.

“Peran ayah tidak bisa digantikan oleh siapapun. Kehadiran ayah yang aktif dalam keluarga akan membantu membangun komunikasi yang baik, mengarahkan penggunaan teknologi secara bijaksana, serta memberikan contoh yang baik bagi anak-anak kita,” ungkapnya.


Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa keluarga yang kuat dan sehat akan menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang sering muncul di masyarakat, seperti perundungan di lingkungan sekolah maupun daring, kasus kekerasan dalam rumah tangga, perilaku pergaulan bebas yang merusak masa depan anak muda, serta penyalahgunaan narkoba yang telah menjadi ancaman serius bagi bangsa.

“Keluarga harus ditempatkan sebagai titik awal dan pusat dari pembangunan nasional. Hanya melalui keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas, kita bisa mengharapkan lahirnya generasi penerus yang memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing tinggi – yang nantinya akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang kuat, maju, dan sejahtera,” tegasnya.

Peringatan Harganas ke-33 tahun ini juga dijadikan sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan tidak hanya dalam membangun keluarga berkualitas, tetapi juga dalam meningkatkan kinerja pemerintahan secara keseluruhan. Bupati Franky memberikan arahan khusus kepada seluruh perangkat daerah untuk semakin siap menghadapi berbagai agenda strategis yang akan datang.

Baca juga:  Mantapkan Administrasi Pemerintahan, 20 Desa di Likbar Lomba Penilaian Perkembangan Desa

“Kita menghadapi beberapa tantangan penting mendatang, termasuk penilaian pelayanan publik yang akan menjadi ukuran keberhasilan kita dalam melayani masyarakat, penyelesaian seluruh rekomendasi hasil pengawasan yang harus kita tuntaskan dengan baik, serta menjaga tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Minahasa Selatan, Bupati mengajak untuk terus meningkatkan disiplin diri, integritas dalam bekerja, profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan kewajiban administrasi kinerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bentuk akuntabilitas terhadap tugas yang diberikan.

“Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, dedikasi yang tak tergoyahkan, dan komitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, mari kita bersama-sama wujudkan pemerintahan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, berkualitas dalam setiap pelaksanaan program, serta mampu memberikan pelayanan publik terbaik yang menjadi harapan seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan,” pungkasnya dengan semangat yang membara.

Acara apel yang berlangsung khidmat dan penuh semangat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting di Kabupaten Minahasa Selatan, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yaitu Kepala Kepolisian Resor Minahasa Selatan AKBP David Candra Babega, S.I.K., M.H.; Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Albertus Roni Santoso, S.H., M.H.; serta Mayor Infanteri Rekom Muliadi yang mewakili Dandim 1302/Minahasa sebagai Perwira Penghubung Kabupaten.

Turut hadir juga para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, seluruh Camat dari berbagai kecamatan di Minahasa Selatan, para Penyuluh Keluarga Berencana (KB), segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, serta pimpinan Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa Selatan dan Dharma Wanita Persatuan Cabang Minahasa Selatan. Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh pimpinan atau perwakilan dari berbagai perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut, serta pimpinan dan anggota Ikatan Bidan Indonesia Cabang Minahasa Selatan yang memiliki peran penting dalam mendukung program keluarga berkualitas.

Semangat kebersamaan dan komitmen untuk membangun keluarga yang lebih baik terasa sangat kental di seluruh ruangan selama acara berlangsung. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa apel tahun ini memberikan makna yang mendalam dan menjadi dorongan untuk lebih aktif dalam mendukung program-program pembangunan keluarga di daerah masing-masing. (Fanly)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP