Kisah Pantarlih Tumaluntung, Mulai Dikejar Anjing Hingga Diusir Warga

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com -Ketua KPU Minut Hendra Lumanauw mengatakan, jika proses coklit yang dilakukan Pantarlih se Minut sudah 85,53 persen rampung.

“Memasuki minggu III Tahapan Coklit KPU Minahasa Utara telah mencapai progress 85,53 persen dari seluruh jumlah pemilih,” beber Lumanauw.

Namun proses Coklit tersebut tidak terlepas dari kerja keras para Pantarli di setiap desa yang ada.

Pantarlih adalah petugas yang dibentuk oleh PPS  untuk melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih. Tugas Pantarlih lah yang mencocokan dan penelitian atau Coklit data pemilih. Kegiatan yang dilakukan oleh Pantarlih dalam pemutakhiran data pemilih yaitu dengan cara mendatangi langsung para pemilih.

Baca juga:  Kunker Di Sulut, Bupati VAP Dampingi Menteri Pertanian RI

Terdapat suka duka dari kegiatan para Pantarlih tersebut, mulai dari dikejar anjing hingga diusir warga.

Seperti yang terjadi di desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, saat melakukan Coklit data, Pantarlih Tumaluntung, bersama PPK Kauditan dan PPS Tumaluntung dikejar anjing,  hingga nyaris mengalami kecelakaan.

Tidak sampai disitu berdasarkan pengakuan Pantarlih masih ada juga masyarakat yang menolak untuk dilakukan Coklit.

“Memang masih banyak kendala di lapangan saat kami turun Coklit data ke rumah penduduk. Pernah sempat dapa user, kong anjing dusu. Tapi ini sudah merupakan tugas dan tanggungjawab kami sebagai Pantarlih dan itu harus kami lakukan,” ujar pala Noldy Pinontoan salah satu Pantarlih di desa Tumaluntung yang mengalami hal tersebut.

Baca juga:  Unsrat Buka Penerimaan Maba Jalur Mandiri T2

Sementara itu, PPS Tumaluntung Meylicia Violitha Kamagi bersama Wanda Wuisan dan Febry Karamoy mengatakan untuk Coklit data di desa Tumaluntung dari 12 TPS saat ini sudah selesai, dan sementara membuat laporannya untuk di sampaikan ke KPU Minut. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *