Demam Babi ASF Mencuat, Wangke Karundeng: Justru Kita Kirim Daging ke Luar Daerah

oleh
Kadis Pertanian Minut Ir Wangke Karundeng
Kadis Pertanian Minut Ir Wangke Karundeng

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com –  Penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi kini lagi ramai diperbincangkan. Diketahui, wabah ini sudah menyebabkan banyak ternak babi mati.

Namun demikian, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minut, Ir Wangke Karundeng MAP, menegaskan jika kasus ini belum ditemukan di bumi Klabat.

“Sejauh ini di Kabupaten Minut belum dijumpai kasus ASF, dan semoga ke depan juga tetap tidak ada,” kata Karundeng, belum lama ini.

Meski begitu, Wangke mengaku telah melakukan langkah pencegahan terhadap masuknya wabah yang normalnya tidak berbahaya bagi manusia ini.

“Beberapa langkah antisipasi sudah kita lakukan mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada para peternak. Termasuk melakukan bio security, penyemprotan hingga vaksinasi,” beber Wangke.

Baca juga:  Penilaian Akreditasi, JGKWL Dinilai Mampu Tingkatkan Mutu Pelayanan Masyarakat di RSUD Maria Walanda Maramis

Terlepas dari tindakan preventif yang sudah dilakukan, menurutnya potensi masuknya ASF ke Kabupaten Minut sangat kecil. Pasalnya, meski tingkat konsumsi warga Minut terhadap daging babi tergolong tinggi, namun itu semua dapat ditutupi oleh produksi lokal.

“Justru kita yang kirim daging (babi) keluar daerah, khususnya di Indonesia Timur. Jadi, kecil kemungkinan masuknya ASF ke sini (Kabupaten Minut),” terangnya.

Walaupun demikian, birokrat yang sudah banyak makan asam garam di sektor pertanian ini meminta para peternak untuk tetap waspada.

“Lewat kegiatan-kegiatan sosialisasi, para peternak selalu kita imbau untuk rutin melakukan biosecurity dengan ketat, mulai dari penyemprotan disinfektan ke kandang hingga pemberian vaksin,” kuncinya.

Baca juga:  Sekdaprov Silangen Hadiri Rakor Persiapan Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke - 75 Secara Virtual

Perlu diketahui, penyakit ASF atau demam babi berasal dari Afrika. Diagnosa pertama berasal dari tahun 1910 saat Inggris menjajah Kenya. Kemudian, wabah ini masuk ke Eropa tahun 2007 lewat kawasan Kaukasus. Dari sana kemudian menyebar ke Rusia lalu ke kawasan Baltik, Polandia dan negara-negara Eropa timur lainnya. Bulan September 2018 penyakit demam babi ditemukan di Belgia. Tahun 2020 Jerman mengkonfirmasi menemukan bangkai seekor babi hutan yang mati akibat ASF. Belakangan mencuat kabar jika penyakit ini sudah masuk ke wilayah Sulawesi, namun belum ditemukan kasusnya di Kabupaten Minut. (Josua)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *