Kadinkes dr. Stella Safitri Buka Rapat Tim EHRA Kabupaten Minut

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa Utara (Minut), dr Stella Safitri, M.Kes, membuka kegiatan rapat Tim Evaluasi Study Environmental Health Risk Assesment (EHRA), Selasa (17/10/2023) di The Sentra hotel.

Dalam kegiatan tersebut melibatkan para Kepala Puskesmas (Kapus) dan Camat se-Kabupaten Minut.

“Secara garis besar kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga,” kata dr Stella.

Ditambahkan Kadis Kesehatan, tujuan pelaksanaan EHRA ini juga untuk mengumpulkan data primer dalam rangka mengetahui gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan.

Baca juga:  Pemprov Kembangkan Tanaman Kelapa Di Minsel, Gubernur Olly Bantu Sarana Produksi Petani Kelapa

Termasuk juga memberikan advokasi kepada masyarakat akan pentingnya layanan sanitasi dan menyediakan informasi dasar yang valid dalam penilaian risiko kesehatan lingkungan.

“Pembudayaan pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyebaran penyakit berbasis lingkungan, peningkatan kemampuan masyarakat dan peningkatan akses air minum dan sanitasi dasar merupakan bagian dari upaya peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan,” beber Kadis.

Lanjutnya, studi EHRA juga boleh dijadikan bahan untuk penyusun bahan sanitasi di kabupaten dan kota, sanitasi berbasis masyarakat yang mencakup buang besar, cuci tangan pakai sabun dan lain sebagainya.

Baca juga:  Korsel-Sulut Jajaki Kerjasama Kembangkan RSUD ODSK dan Penerbangan Langsung Manado-Seoul

“Termasuk di dalamnya juga merupakan salah satu faktor yang penting dalam rangka mencegah terjadinya anak stunting,” jelas Kadinkes.

Ditambahkannya, hasil studi penilaian risiko kesehatan lingkungan atau EHRA dapat dijadikan acuan penetapan area berisiko dari masing-masing wilayah sampai dengan tingkat desa.

“Boleh juga dimanfaatkan untuk penyusunan dan pemutakhiran strategi sanitasi kabupaten/kota sebagai bahan review kebijakan,” tutup dr Stella. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *