Waduh!!! Ada Aset Pemerintah Diserobot dan Dirusak di Kelurahan Airmadidi Bawah, Begini Penampakannya

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Aksi pengrusakan aset pemerintah berupa fasilitas umum terjadi di Kelurahan Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Adalah salah satu ruas jalan umum di kampung Patar yang telah ditimbun diduga bertujuan untuk menaikkan harga jual bidang tanah di lokasi tersebut.

Terkait hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Airmadidi Bawah, Noldy Yohan Awuy angkat bicara. Ia mengaku sangat keberatan setelah melihat situasi dan kondisi yang terjadi di lokasi tersebut.

“Apa pun alasan pemilik lahan, tidak dibenarkan melakukan penyerobotan bahkan pengrusakan terhadap aset negara,” tegas Awuy ditemui usai pertemuan dengan Lurah dan sejumlah tokoh masyarakat, Selasa (28/11/2023) sore.

Baca juga:  Kekerasan Terhadap Wartawan Minut, Kapolres Janji Usut Tuntas

Apalagi, lanjut Om Johan, sudah lebih dari sekali turun anggaran pemerintah dalam bentuk proyek fisik di lokasi tersebut. Itu artinya, sudah ada uang rakyat yang dihabiskan di lokasi itu.

“Kalau kemudian jalan itu dirusak atau bahkan dihilangkan fungsinya, jelas uang rakyat yang telah dialokasikan membangun jalan serta drainase itu jadi mubazir. Kasihan uang rakyat,” ujarnya sembari menegaskan kalau pihaknya bakal membawa kasus ini ke ranah hukum.

Lebih jauh ia menduga jika tindakan penyerobotan serta pengrusakan sarana publik ini diduga bertujuan untuk menaikkan nilai jual tanah di tempat tersebut.

“Secara kasat mata sudah bisa dilihat jika pekerjaan penimbunan serta pengalihan jalan itu diduga bertujuan untuk membuat nilai ekonomis bidang tanah, sehingga nilai jualnya naik,” bebernya.

Baca juga:  Berlangsung di Dinas PMD, Pemdes Buhias Sukses Lakukan Evaluasi RAPBDes 2024

“Kalau itu terjadi, nilai tanahnya naik, sementara fasilitas umum dikorbankan, jelas ini pelanggaran hukum,” sambungnya.

Oleh sebab itu, ia meminta aparat pemerintah di Kelurahan Airmadidi Bawah sebagai perpanjangan tangan Bupati Joune JE Ganda, untuk tidak tutup mata dengan kasus ini.

 “Jangan kemudian bilang tidak tahu menahu soal aduan masyarakat ini. Ini jelas pelanggaran,” kuncinya.

Sekadar diketahui, ruas jalan tersebut awalnya hanya melandai, namun kini telah diserobot dibuat menanjak. Bahkan, kabarnya di lokasi jalan baru tersebut sudah ada 5 pengendara roda 2 yang jadi korban. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *