Program Makan Siang dan Susu Gratis; Akademisi Unsrat Sebut Ini Jelas Salah Sasaran

oleh

Manado, www.inspirasikawanua.com – Frederik Worang, akademisi dan pengamat ekonomi dari UNSRAT mengatakan kelaparan dan kekurangan gizi bukan masalah bangsa Indonesia.  “Itu bukan masalah utama bangsa,” ujar Worang kepada media www.inspirasikawanua.com, Selasa (6/2/2024).

“Kalau saya ditanyakan apa 3 masalah utama bangsa Indonesia saat ini, jawabannya adalah: Pengangguran; Kekurangan Pangan; dan Kepastian Hukum,” kata Worang.

“Kita bahas saja soal pangan, dimana komoditas utama masih impor. Apakah masyarakat tahu bahwa Indonesia mengimpor susu dengan nilai import US$ 921 juta, beras $156 juta, jagung $  544 juta; kedelai $735 juta; pupuk $523 juta; gula pasir $31 juta dll,” ungkapnya lagi.

Baca juga:  Demi Kenyamanan Masyarakat, Rudy Ponge Ajak Perangkat Desa Nain Bersihkan Selokan Yang Tersumbat

Lanjut dia, sesuai data BPS akhir tahun 2023 yang dikutip oleh CNBC, dimana total nilai impor Indonesia $13.8 miliar atau Rp.215 trilyun rupiah. “Kita bisa membayangkan jumlah ratusan trilyun ini dan membandingkan dengan APBD SULUT yang hanya Rp.16 trilyun,” tuturnya.

Menurut dia, pemerintah harus berupaya mengurangi impor komoditi ini dengan membangun pabrik pupuk agar petani mendapatkan kepastian untuk bercocok tanam dan tidak teriak lagi dengan mahalnya harga pupuk.

“Petani bisa tanam padi dan jagung dengan pupuk murah, sehingga harga beras bisa murah. Juga, Indonesia bisa mengurangi impor jagung yang adalah bahan utama pakan ternak, sehingga peternak tidak berteriak lagi dengan kenaikan harga pakan. Pemerintah pusat harus bisa memutuskan lingkararan setan masalah pangan ini,” tandasnya. (Maycle)

Loading