
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Pemerintah Desa Lansot, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, menggelar Musyawarah Rembug Stunting pada Selasa siang, 22 Juli 2025, di Balai Desa Lansot. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam merumuskan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan penyediaan air bersih yang memadai.
Musyawarah tersebut dipimpin langsung oleh Hukum Tua Desa Lansot, Ibrahim Mingkid, SH, yang juga didampingi oleh perwakilan Puskesmas Kema, perangkat desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ibu Nortje Tuegeh S.Pd, kader kesehatan, Pendamping Lokal Desa, serta tokoh masyarakat aktif.
Dalam penyampaiannya, Kumtua Ibrahim Mingkid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting, demi memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan cerdas.
“Musyawarah rembug stunting ini sangat penting dan wajib kita laksanakan, karena menjadi dasar dalam menyusun RKPDes tahun 2026. Fokus utama kita adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat, dimulai dari aspek kesehatan anak dan ibu,” ujar Ibrahim Mingkid.
Lebih lanjut, Ibrahim menyampaikan bahwa pencegahan stunting memerlukan kerja sama erat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Kita harus bersinergi. Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, agar generasi mendatang di desa kita tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.
Setelah sesi rembug stunting, forum dilanjutkan dengan pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk tahun 2026. Berbagai usulan prioritas pembangunan disepakati, termasuk pengadaan dan pengelolaan air bersih. Desa Lansot berencana berkolaborasi dengan PDAM Minut untuk memanfaatkan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang sudah ada, sekaligus mengoptimalkan instalasi air bersih yang tersebar di setiap rumah warga.
“Kami akan menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah Kabupaten dan PDAM Minut untuk menjadikan air bersih sebagai prioritas pembangunan. Wilayah kita sudah memiliki instalasi dan fasilitas pemurnian dari PDAM, sehingga kolaborasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dengan lebih baik,” jelas Ibrahim Mingkid.
Ditambahkannya, Melalui kegiatan musyawarah ini, Pemerintah Desa Lansot berharap dapat menyusun program yang tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mendukung pembangunan desa yang sehat, mandiri, serta berkelanjutan.
“Musyawarah rembug stunting merupakan fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan. Kesehatan ibu dan anak adalah prioritas yang tidak bisa ditawar lagi karena mereka adalah aset masa depan desa kita. Selain itu, penyediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang harus kita penuhi bersama agar kualitas hidup masyarakat semakin baik. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bersinergi demi mewujudkan Lansot yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” tutup Kumtua yang dikenal tegas dan inovatif ini.
Diketahui dalam Pembahasan RKPDes untuk tahun 2026 itu juga diadakan penujukan untuk tim verifikasi terkait kegiatan yang akan menjadi program skala prioritas di desa untuk kedepannya akan tertuang dalam APBDes di tahun 2026. (Josua)
![]()





