
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com — Penurunan tajam capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memicu gejolak internal pemerintahan. Setelah sebelumnya berhasil menempati posisi pertama secara nasional, peringkat MCP Minut kini anjlok ke posisi enam pada Sabtu, 29 November 2025.
Penurunan ini disebut-sebut membuat Bupati Minahasa Utara Joune Ganda (JG) marah besar dan kecewa terhadap kinerja Kepala Inspektorat Minut, Stefen Tuwaidan, yang dinilai tidak maksimal mengawal indikator-indikator MCP.
Akibatnya, tugas terkait MCP KPK yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Tuwaidan dikabarkan telah diambil alih oleh Asisten III Pemkab Minut, Jossy Kawengian, atas instruksi pimpinan.
MCP KPK sendiri merupakan instrumen strategis yang dirancang untuk mengukur efektivitas pencegahan korupsi di daerah melalui sejumlah indikator penting, termasuk perencanaan anggaran, tata kelola aset, pengadaan barang dan jasa, hingga pengawasan internal.
Dalam mekanisme ini, Inspektorat memiliki peran sentral sebagai pengendali, pengawas, dan evaluator utama.
Namun, capaian Minut yang merosot tajam memunculkan dugaan bahwa Inspektorat tidak menjalankan fungsi tersebut secara optimal. Tuwaidan disebut lebih banyak fokus memantau proyek revitalisasi sekolah ketimbang mengawal penilaian MCP.

Seorang sumber internal yang enggan identitasnya dipublikasikan membenarkan bahwa pimpinan daerah kecewa berat.
“Pimpinan sampai marah karena ulah oknum tersebut,” ujarnya.
Sumber yang sama menambahkan bahwa per Sabtu, 29 November 2025, tugas Inspektur resmi dialihkan kepada Asisten III, Jossy Kawengian, untuk memastikan pengawalan MCP berjalan kembali secara maksimal.
Sebelumnya, Bupati Joune Ganda dikenal memiliki komitmen kuat terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Pada 6 Agustus 2025, JG menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, di mana Minahasa Utara berhasil meraih peringkat pertama MCP KPK.
Anjloknya peringkat MCP Minut kali ini dinilai mencoreng capaian tersebut dan menjadi peringatan keras bagi Pemkab Minahasa Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Inspektorat dan keseluruhan sistem pengawasan internal juga kepada Inspektur Stefen Tuwaidan. (Josua)
![]()





