Diikuti 5 Kecamatan, Kadis PPKB dr. Stella Safitri Resmi Buka Rakor Percepatan Pencegahan Stunting di Kecamatan Wori

oleh
Rakor Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting.
Rakor Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting di Kecamatan Wori.

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com — Upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting yang digelar di Kantor Camat Wori pada Kamis, 4 Desember 2025.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas PPKB Minahasa Utara, dr. Stella Safitri, dan diikuti oleh lima kecamatan, yaitu Wori, Likupang Barat (Likbar), Likupang Timur (Liktim), Likupang Selatan (Liksel), dan Talawaan.

Rakor menghadirkan pemateri dari BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Sonny Manabung, S.Com, serta turut melibatkan jajaran Dinas PPKB Minahasa Utara dan Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S).

Baca juga:  Dana Hibah Pilkada Minut Capai Rp 59 Miliar

Sejumlah camat juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Likbar Maikel Parengkuan, Camat Wori Oktavianus Mayuntu, Camat Liktim Debly Wahiu dan Camat Talawaan Alexander Warbung. Selain itu, Kepala Puskesmas Wori, Kepala Puskesmas Tinongko serta seluruh Hukum Tua dari lima kecamatan turut mengikuti rakor ini sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, dr. Stella Safitri menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu. Rakor ini menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah dan memastikan setiap kecamatan memiliki strategi yang tepat dan terukur. Harapan kami, dengan kerja sama lintas sektor, angka stunting di Minahasa Utara terus menurun secara signifikan,” ujar dr. Stella Safitri.

Baca juga:  Mengikuti Instruksi Surat Edaran Pusat. Bawaslu Minut Nonaktifkan Badan Edhoc Di 10 Kecamatan

Ia juga menekankan pentingnya intervensi spesifik dan sensitif, termasuk penguatan edukasi bagi keluarga berisiko, peningkatan layanan kesehatan, serta optimalisasi program pemerintah yang telah berjalan.

Rakor ditutup dengan sesi diskusi dan perumusan langkah strategis masing-masing kecamatan dalam mengatasi kasus stunting, sebagai komitmen bersama menuju generasi Minahasa Utara yang lebih sehat dan berkualitas. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP