
Manado, www.inspirasikawanua.com – Perhelatan Liga 4 PSSI 2026 Piala Gubernur Provinsi Sulawesi Utara telah usai dan sangat sukses pelaksanaannya, sehingga mendapat apresiasi dari para pecinta sepakbola yang ada di bumi nyiur melambai ini. Keberhasilan pelaksanaan turnamen tersebut, tak lepas dari peran Ketua Panitia Fighter Aprilia, S.E bersama tim yang bersinergi dengan Pemprov Sulut.
Dalam “Coffee Bareng” JIPS dan Panitia Liga 4 PSSI Piala Gubernur Sulut yang digelar pada Kamis (23/4/2026) bertempat di Kantin PKK Kantor Gubernur, Fighter Aprilia melalui Sekretaris Panitia Dr. Fiko Onga, S.IP, M.Si secara blak-blakan menceritakan keberhasilan pelaksanaan turnamen tersebut tak lepas dari komitmen Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang ingin memajukan sektor olahraga sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing daerah.

“Secara jelas visi dari Pak Gubernur, ya. Dan di delapan misi Pak Gubernur, di 17 program prioritas, dan di 45 kegiatan pokok, itu ada di misi keempat di situ, yaitu meningkatkan daya saing,” ungkap Fiko
Ia menuturkan, daya saing yang dimaksud oleh Pak Gubernur, termasuk juga dunia olahraga. “Saya masih ingat kata-kata Pak Gubernur—Dunia olahraga itu kita harus betul-betul genjot sehingga Sulut nantinya di bidang olahraga, lima tahun ke depan dalam mengimplementasikan RPJMD-nya Pak Gubernur, itu bisa bicara banyak tentang olahraga di kancah nasional maupun di internasional.” terangnya.
Dalam forum yang turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut Audy Pangemanan didampingi Kasubbag Umum Dispora Sulut Alan Mandey, Koordinator JIPS Ronald Rompas, serta dimoderatori Sekretaris JIPS Rahman Ismail bersama anggota JIPS ini, Fiko Onga menegaskan, implementasi visi tersebut mulai terlihat sejak tahun pertama kepemimpinan melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 yang dinilai lebih profesional.
“Sulawesi Utara juga dipersiapkan menjadi tuan rumah ajang PON Bela Diri,” katanya.
Pria yang juga salah satu staf khusus gubernur ini juga menyampaikan bahwa di cabang olahraga sepak bola, pemerintah daerah melalui kerja sama dengan PSSI Sulawesi Utara menjalankan sejumlah terobosan. Sesuai dengan keinginan Gubernur Yulius Selvanus yang memberikan tiga mandat utama, yakni: menjamin kompetisi yang fair tanpa praktik titipan, menghapus beban biaya pendaftaran bagi atlet dan tim, serta memastikan kesejahteraan perangkat pertandingan tanpa potongan.
“Pembayaran honor wasit dan perangkat pertandingan dilakukan langsung ke rekening masing-masing tanpa pemotongan. Ini untuk memastikan mereka dihargai secara profesional,” katanya.
Tak hanya itu, reformasi juga dilakukan dalam proses seleksi perangkat pertandingan, termasuk penerapan tes kebugaran (fitness test) yang ketat dan sistem karantina guna menjaga netralitas selama kompetisi berlangsung.
Fiko juga menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia di sektor olahraga. Ia mencontohkan kasus atlet MMA asal Kotamobagu, Windri Patilima, yang terpaksa membela daerah lain di PON karena minimnya dukungan dari daerah asal.
“Pak Gubernur tidak ingin kejadian seperti itu terulang. Atlet harus difasilitasi, minimal dari sisi pembinaan dan perhatian,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Sulut tetap berupaya melakukan pembenahan sarana olahraga secara bertahap, termasuk stadion dan gelanggang olahraga. Perhatian menyeluruh Gubernur terhadap berbagai cabang olahraga menjadi bukti keseriusan dalam membangun ekosistem olahraga yang kompetitif.
“Atas komitmennya yang begitu besar terhadap dunia olahraga, sosok Yulius Selvanus layak disematkan sebagai “Bapak Olahraga” di Sulawesi Utara. Beliau memahami hampir semua cabang olahraga, dari renang, atletik, hingga catur. Ini bukan sekadar konsep, tapi benar-benar dijalankan,” imbuhnya.
Ia mengharapkan dukungan media massa untuk membantu mensosialisasikan program-program atau kegiatan-kegiatan inti di sektor olahraga yang sampai saat ini belum terekspos. “Harapan kami teman-teman wartawan yang tergabung di JIPS bisa berkolaborasi dengan Dinas Pemuda Olahraga, KONI serta PSSI dalam rangka peningkatan mutu persepakbolaan di Sulawesi Utara,” sambungnya.
Menutup pembicaraan, ia menyampaikan dalam laga final di Stadion Klabat jumlah penonton mencapai di angka 8.000 penonton yang menyaksikan langsung dan yang menonton melalui live streaming sebanyak 9.800 live streaming yang pantau untuk Liga 4 final kemarin.
“Jadi ini euforia yang luar biasa. Tidak harus kita setop di sini jika kompetisi-kompetisi di tingkat daerah kabupaten/kota bisa digalakkan, torang akan mendapatkan atlet-atlet yang torang inginkan yang profesional untuk persepakbolaan kita di Sulawesi Utara,” tandasnya.

Sementara itu, Kadispora Sulut, Dr. Audy R. Pangemanan, AP., M.Si. mengatakan tiba-tiba jadi jatuh cinta dengan sepakbola.
“Euforianya itu, Pak, karena teman-teman ada datang di Stadion Klabat. Energinya itu luar biasa, Pak, luar biasa.” ungkap Pangemanan.
Menurut Kadispora, ini momentum supaya kita sama-sama bersatu padu memajukan semua olahraga, dan yang paling penting, sepak bola.
“Soal fasilitas dan pembenahan fasilitas, pasti itu. Pak Gubernur sudah janji akan ada perbaikan semua, dan sudah tertata di APBD. Tinggal kita kawal. Ini sedang sementara (proses), cuma memang prosesnya ada di PUPR,” pungkasnya. (*/Maycle)
![]()





