
Minahasa Utara, inspirasikawanua.com – Warga Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara melayangkan keluhan serius terhadap kondisi sejumlah lahan tidur milik PT Bhineka Manca Wisata (BMW) yang dinilai tidak terawat dan mengganggu keindahan lingkungan desa.
Lahan yang berada di pinggir jalan tersebut tampak dipenuhi rumput liar serta ada juga di lokasi lain material proyek yang dibiarkan berserakan di sisi jalan masuk desa. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika, tetapi juga menimbulkan kesan kumuh di kawasan yang sejatinya diproyeksikan sebagai penunjang sektor pariwisata.
“Material dibiarkan begitu saja di samping jalan. Ini membuat lingkungan terlihat tidak terurus dan tidak enak dipandang. Coba lihat, rumput-rumput juga tidak dibersihkan, minimal dirapikan,” ujar salah satu warga.
Keresahan warga bukan tanpa upaya. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa keluhan tersebut sebelumnya telah disampaikan langsung kepada pihak Humas PT BMW, Bapak Leonard Tatibas, pada 24 Maret 2026. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya tindak lanjut dari pihak perusahaan.
Selain itu, masyarakat juga menilai sikap PT BMW terkesan tidak mendukung program JGKWL untuk meningkatkan keberhasilan setiap wilayah di kabupaten Minut, yang tengah didorong untuk meningkatkan daya tarik pariwisata di wilayah.

Warga turut menyoroti minimnya perhatian dari pemerintah, baik di tingkat desa, hingga kabupaten. Mereka berharap pemerintah tidak terkesan membiarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa penanganan.
“Kami berharap pemerintah tidak tutup mata. Harus ada tindakan tegas agar perusahaan memperhatikan kebersihan dan kerapian lahannya,” ungkap warga lainnya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata dan pengembangan perhotelan, kehadiran PT BMW sebelumnya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan wisata di Likupang Barat. Namun, kondisi di lapangan saat ini justru dinilai bertolak belakang dengan harapan tersebut.
Warga menegaskan bahwa meskipun proyek belum rampung atau belum beroperasi, perusahaan tetap memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekitar.
“Justru karena ini kawasan wisata, harusnya dari awal sudah ditata dengan baik. Kebersihan itu penting untuk menarik wisatawan,” tegas warga.
Masyarakat pun mendesak agar PT BMW segera mengambil langkah konkret untuk membersihkan lahan serta menata ulang material proyek yang ada. Di sisi lain, mereka juga meminta pemerintah memperketat pengawasan demi menjaga citra dan keindahan Desa Paputungan sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata Likupang. (Josua)
![]()





