Isu Hoaks “Serang” Pemkot Manado, Ada Apa?

oleh
Keterangan gambar : Kepala BKPSDM Kota Manado Donald Supit

Manado, Inspirasikawanua.com – Isu hoaks mulai menyerang Pemerintah Kota Manado yang di pimpin Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.

Hal itu di awali dengan pergantian 3 (tiga) kepala perangkat daerah yang ada di jajaran Pemkot Manado beberapa waktu lalu, dimana oleh oknum masyarakat dianggap menabrak aturan karena masa jabatan AARS belum sampai 6 bulan sebagai salah satu syarat untuk melakukan pergeseran pejabat.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Manado, Donald Supit Rabu (11/08/2021) menegaskan, penggantian tiga Pejabat yakni mantan Kaban Keuangan dan Aset Daerah Kota Manado, Johnly Tamaka, eks Kaban BKPSDM Kota Manado, Xaverius Runtuwene dan eks Kadis Kesehatan Manado, dr. Ivan Sumenda Marthen sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengantian beberapa bejabat di lingkungan Pemkot Manado sudah sesuai kajian dan ada dasar hukumnya
yakni dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, baik UU no 5 tahun 2014 tentang ASN maupun UU no 10 tahun 2016,” ungkap Donald Supit.

Baca juga:  Wali Kota AA Dampingi Dirjen Cipta Karya Tinjau IPAL dan Letakkan Batu Pertama RRTLH

Supit menjelaskan, prosedur pemberhentian sangat jelas dan melewati audit Inspektorat Kota Manado.

“Sebelum melakukan pemberhentian pejabat, prosedur pemberhentian sangat jelas, dimulai dengan audit oleh Inspektorat Kota Manado dan dilanjutkan dengan pemeriksaan berdasarkan dugaan pelanggaran PP no 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS
Pemkot pun telah berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara,” tegasnya.

Ditambahkannya, Mendagri setuju untuk dilakukan pengisian jabatan kosong.

“Pemberhentian ini juga telah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri yang disampaikan melalui surat Gubernur Sulawesi Utara. Ada juga pejabat yang diberhentikan karena menggundurkan diri dengan alasan akan pindah tugas,” tambah Supit.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kota Manado, Erwin Kontu menjelaskan pergantian tiga pejabat tersebut sudah sesuai dengan aturan.

“Jadi tidak ada pergantian pejabat yang tidak sesuai prosedur, semua sudah melalui aturan yang ditetapkan,” ujar Kontu.

Kontu berharap masyarakat kota Manado untuk tidak terpengaruh dengan berita yang diduga hanya memperkeruh suasana, dimana saat ini Wali kota Andrei Angouw dan Wakil Wali kota Richard Sualang sementara fokus kerja membenahi Kota Manado ditengah pandemi Covid 19.

Baca juga:  Di Kunjungi Komnas-HAM Terkait Reklamasi PT Silfanus di Malalayang, Begini Respon Gubernur Olly

“Fokus saja di kerja. Pak Wali saat ini ingin kita semua fokus untuk kota Manado. Walaupun baru beberapa bulan, kinerja pemerintahan sudah ada perubahan terutama dalam pengolahan sampah dan penanganan banjir,” tutur Erwin Kontu.

Kadis Kominfo ini pun berharap, kedepan jika ada wartawan yang ingin mengkonfirmasi berita dari Wali kota atau Wakil Wali kota Manado dan belum mendapat tanggapan, alangkah baiknya oknum wartawan tersebut bisa menghubungi pejabat Pemkot Manado yang berkompeten untuk dimintai klarifikasi, agar supaya unsur pemberitaan Cover Both Side bisa terpenuhi.

“Contohnya terkait berita pergantian pejabat. Wartawan kan bisa menghubungi pejabat yang berkompeten, seperti pak Sekretaris Daerah Kota, Pak Kaban BKD maupun Kominfo,” jelas mantan Kabag Humas Pemkot Bitung ini. (*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *