Diduga Terima Fee Dari Owner Crusher Di Kaima, Penjabat Kumtua Malah Minta Wartawan Cari Tempat Lain Untuk Diberitakan

oleh
Penjabat Hukum Tua desa Kaima Jefry Rondonuwu.
Penjabat Hukum Tua desa  Kaima Jefry Rondonuwu.

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Pengolahan batu Crusher di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang menuai sorotan dari warga petani setempat karena pengolahannya yang mengakibatkan debu pekat sehingga mengganggu masyarakat sekitar, malah dibela mati-matian olah penjabat Hukum Tua Kaima Jefry Rondonuwu.
Padahal, masyarakat hanya meminta solusi atau jalan keluar terkait permasalah ini.

Diduga, Penjabat Hukum Tua Jefry Rondonuwu mendapatkan fee dari pengolahan Crusher tersebut.

Saat di RM. Matuari, samping Zero poin Minut, awak media bersama masyarakat desa Kaima, Rabu, (15/3/2023) sore,  pejabat Hukum Tua Jefry Rondonuwu saat ditanyakan salah satu masyarakatnya, terkait berapa jumlah fee yang ia (Hukum Tua) terima dari Owner Crusher di Desa Kaima tersebut. Rondonuwu, terkejut dengan muka memerah kemudian menjawab dengan nada kesal jika itu tidak ada.

Baca juga:  Terapkan Protkes Pandemi Covid-19, Pemdes Tiwoho Salurkan BLT DD 3 Bulan Sekaligus
Penjabat Hukum Tua Kaima Jefry Rondonuwu.
Penjabat Hukum Tua Kaima Jefry Rondonuwu.

“Berapa fee yang Kumtua da terima dari pa Ko (owner Crusher) sampai Hukum Tua mo bela, matia-matian dorang. Harusnya Hukum Tua menjadi penengah atau membela masyarakat, jangan Hukum Tua berbicara sekaan menjadi owner dari Lokasi Crusher tersebut,” kata sejumlah masyarakat desa Kaima saat itu.

Sementara itu Penjabat Hukum Tua desa Kaima Jefry Rondonuwu dengan emosi menjawab,

“Itu tidak benar, pemilik Crusher berjanji untuk pengolahannya akan menguntungkan air agar tidak ada lagi debu. Dan mereka juga memberikan CSR berupa bantuan buku untuk sekolah yang ada di desa Kaima disalurkan nanti secara bergantian,” kata Rondonuwu sembari bertanya dengan nada tinggi penuh emosi, ini mo makan atau mo berdebat.

Baca juga:  Gubernur Olly Hadiri Rakornas TPAKD Yang Dibuka Presiden Jokowi

Pada saat itu juga Penjabat Hukum tua Jefry Rondonuwu yang dinilai arogan ini, berkata kepada wartawan agar mencari tempat lain untuk diberitakan.

“So nda ada Tampa lain so ngoni,” ujar Rondonuwu dengan penuh emosi seakan dia tidak mau wartawan memberitakan terkait permasalah yang ditimbulkan pengolahan Crusher di desa Kaima yang merugikan masyarakat. (Josua)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *