Minut Terang, di 4 Desa Pulau Mantehage Hanya ‘Sorga Telinga’

oleh
Bupati Joune Ganda Saat berada di Desa Buhias, Pulau Mantehage beberapa waktu lalu.
Bupati Joune Ganda Saat berada di Desa Buhias, Pulau Mantehage beberapa waktu lalu.

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com -Visi misi Bupati untuk Minahasa Utara terang masih belum dirasakan warga di Kepulauan Mantehage yang mencakup empat desa yakni desa Tinongko, Bango, Tangkasi, dan Buhias Kecamatan Wori.

Masyarakat pun menuntut janji Bupati yang pernah datang ke pulau Mantehage beberapa tahun lalu dan berjanji jika masyarakat akan menikmati listrik 24 jam.

Hal tersebut juga berdasarkan pernyataan masyarakat kepada media ini.

“Bupati pernah berjanji untuk pelayanan listrik di Pulau Mantehage akan dinikmati masyarakat 24 jam full, tapi nyatanya sampai sekarang janji hanyalah janji dan kami masih belum menikmati listrik 24 jam tersebut,” ujar Yusak salah satu warga setempat.

Masyarakat juga menyampaikan tentang masalah listrik yang mereka alami di pulau Mantehage.

“Kami di Mantehage ini, diberlakukan jadwal secara bergantian 4 desa, dan itu sesuai yang pemerintah desa bagikan kepada kami masyarakat. Jadi dalam se Minggu kami masyarakat hanya menikmati listrik selama 3 hari dan itu pun menyala dari jam 5 sore dan padam jam 1 pagi,” keluar warga.

Baca juga:  Cuaca Ekstrim Angin Kencang, Kadis Tienneke Adam Himbau Nelayan Dan Pemilik Kapal Taati Peringatan BMKG

Saat dikonfirmasi terkait masalah listrik ini, Hukum Tua desa Buhias Yonas Beret tak menapik terkait keluhan masyarakat tersebut.

“Memang benar kami ada 4 desa di pulau Mantehage dan kami mendapatkan pelayanan secara bergiliran setiap desa untuk mendapatkan pelayanan listrik dan itupun menyala jam 5 sore padam jam 1 pagi,” jelas Kumtua.

Kumtua Yonas juga menceritakan bagaimana dirinya selalu mendapatkan keluhan dari masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan.

“Mereka sering mengeluhkan terkait hasil tangkapan, jika hasil tangkapan banyak, nelayan sering bingung jika tidak laku dijual semua hasil ikan yang lain pasti akan rusak karena tidak adanya ketersediaan es batu atau freezer yang bisa menampung hasil tangkapan. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam perekonomian masyarakat yang ada di pulau Mantehage,” terang Kumtua.

Sementara itu sebelumnya, Kabag Pemerintahan Sefferson Sumampow mewakili Bupati lewat pesan WhatsApp mengatakan jika Bupati Minahasa Utara telah memfasilitasi ke PLN terkait listrik 1×24 jam dan sudah masuk dalam rencana pembangunan PLN.

Baca juga:  Percepat Recovery Ekonomi, Sekdaprov Silangen Apresiasi Program Aksi Pangan yang Digagas OJK

Lanjutnya, hal tersebut sesuai rapat koordinasi pengelolaan Perbatasan yang dipimpin pak Bupati Minahasa Utara yang juga dihadiri oleh PLN pada tanggal 29 Februari 2024 di aula lantai 3 kantor Bupati dan ini sudah di tekankan pak Bupati agar jadi prioritas pembangunan.

“PLN telah menyanggupi hal ini dan sudah masuk dalam rencana induk pembangunan listrik oleh PLN.

Selain itu, Kabag Pemerintahan ex Officio Kepala pengelola perbatasan Lokasi Prioritas termasuk Pulau Mantehage dan Pulau Nain atas penugasan pak Bupati Minahasa Utara sudah berkomunikasi dengan pimpinan PT Vena Energi pengelola PLTS Likupang untuk dapat masuk ke Pulau Mantehage namun terkendala teknis dan regulasi yang belum memungkinkan,” terangnya mengakhiri pesan WhatsApp grup tersebut yang ditujukan ke media ini. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP