Kinerja RSUD Walanda Maramis Kembali Dikritik, Warga Banyak Beralih ke RS Tonsea dan Lembean, Ketua PHRI Minta Direktur Diganti

oleh
RSUD Maria Walanda Maramis.
RSUD Maria Walanda Maramis.

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com — Pelayanan di RSUD Walanda Maramis kembali menuai kritik keras dari masyarakat. Kelambatan penanganan pasien dan minimnya respons tenaga medis menjadi alasan utama mengapa warga mulai kehilangan kepercayaan terhadap rumah sakit ini.

Seorang warga yang minta namanya untuk tidak di Publikasikan mengungkapkan kekecewaannya.

“Kalau masuk RS Walanda Maramis, bukannya sembuh tapi malah lebih sakit atau mati,” ucapnya.

Perkataan tersebut terlontar dari mulut warga Minut tersebut karena ia kehilangan ayahnya.

“Papa sudah kesakitan, teriak-teriak, tapi dokter baru datang satu jam kemudian. Begitu dibawa ke ICCU, beliau meninggal dunia. Kami kecewa sekali,” ujarnya sedih.

Baca juga:  Sukses.. Pemdes Ehe Salurkan BLT DD Tahap II 2023, 47 KPM Kembali Kecipratan Bantuan

Fenomena ini membuat banyak warga Minut lebih memilih berobat ke RSUD Tonsea atau RSUD Lembean. Kedua rumah sakit tersebut dinilai memiliki pelayanan yang jauh lebih baik dan cepat.

Sementara itu Ketua PHRI Sulawesi Utara, Boets Dejong, menilai lemahnya kepemimpinan sebagai sumber masalah utama.

“Sekarang kelihatannya RSUD Walanda tidak dikelola dengan baik. Harusnya fokus ke pasien, bukan urusan lain. Saya harap Pak Bupati segera ganti direkturnya,” kata Boets.

Saat berita ini diturunkan, pihak RSUD Maria Walanda Maramis, yakni Direktur RSUD dr. Alain Beyah saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp di nomor 085240981xxx, sudah terkirim tapi masih belum dibaca dan dibalas. (***)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP