Kejuaraan Bulutangkis Bupati Minut 2025 Tuai Kekecewaan, Para Juara Pulang Tanpa Medali dan Hadiah

oleh

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Kejuaraan Terbuka Bulutangkis Bupati Minahasa Utara (Minut) 2025 yang berlangsung sejak 28 April hingga 2 Mei di GOR Chrestotes Airmadidi, berakhir dengan mencatat sejarah buruk.

Para juara yang seharusnya menerima medali, piagam penghargaan, dan hadiah uang tunai, justru pulang dengan tangan kosong.

Kekecewaan mendalam dirasakan ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Papua. Padahal, dalam technical meeting sebelumnya, panitia menjanjikan hadiah lengkap bagi para pemenang. Ironisnya, tidak satu pun janji tersebut terpenuhi saat acara usai.

“Kami sangat kecewa. Ini memalukan. Medali dan piagam tidak ada, uang tunai dijanjikan minggu depan, tapi kami disuruh tanda tangan seolah-olah sudah terima,” keluh salah satu peserta.

Baca juga:  KPU Minut ikuti Ujicoba Nasional SIREKAP

Salah satu orang tua peserta dari Desa Pineleng pun mengungkapkan kekecewaannya karena anaknya yang menjadi juara tidak mendapatkan medali sama sekali.

“Kasihan anak saya, dia terus tanya soal medali karena ingin difoto. Masa jadi juara tidak punya apa-apa untuk dikenang?” ujarnya lirih.

Ketua Panitia, Corneles Mandagie, dalam penyampaiannya saat itu menyebut bahwa masalah ini terjadi karena anggaran dari Pemkab Minut belum sepenuhnya dicairkan.

“Saya hanya diberi tanggung jawab sebagai panitia oleh Dispora dan PBSI Minut. Uang dari Pemkab belum masuk semua, tapi saya pastikan hadiah akan dibayarkan,” jelasnya.

Senada dengan itu, PLT Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Minut, Johan Wewengkang, juga berjanji bahwa hadiah akan diberikan secepatnya kepada para juara.

Baca juga:  Hampir Dikembalikan, Tiba-tiba KPU Minut Nyatakan Dokumen Lengkap Pendaftar Perdana Paslon Dari PDIP

Namun, janji-janji itu tidak mampu meredam kemarahan publik, termasuk dari tokoh bulutangkis Sulawesi Utara, Alexander Ronald. Mantan atlet nasional ini mengkritik keras penyelenggaraan yang dianggap tidak menghargai perjuangan atlet muda.

“Bikin malu pembinaan di daerah sekarang. Kalau tidak siap, jangan buat pertandingan. Anak-anak dan orang tua sudah buang waktu, tenaga, uang, tapi tidak dihargai! Medali dan piagam saja tidak ada,” tulis Alexander dalam akun Facebook pribadinya.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia olahraga daerah dan mencoreng nama baik kejuaraan yang seharusnya menjadi ajang prestasi dan motivasi bagi atlet muda. (Josua)

 

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP