
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com — Dugaan praktik tidak sehat di tubuh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Inspektorat Minut yang dipimpin oleh Stefen Tuwaidan, setelah muncul pesan mencurigakan di grup WhatsApp “Torang Love Minahasa Utara”.
Pesan WhatsApp yang dikabarkan salah kirim itu berbunyi: “Dapat petunjuk cari akang 100 mo bawa pa Kajari”, dan menjadi bahan perbincangan serius di kalangan masyarakat serta aktivis pemerhati pemerintahan.
Frans Otta, salah satu pemerhati kebijakan Pemkab Minut, menilai bahwa pesan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan praktik “kongkalikong” dan pungutan liar (pungli) yang terjadi secara sistematis di lingkup Inspektorat Minut.
“Ini bukan sekadar salah kirim pesan. Ini bisa jadi sinyal dari Yang Maha Kuasa untuk membongkar permainan kotor yang selama ini tersembunyi,” ujar Otta.
Lebih lanjut, Otta menegaskan bahwa Bupati Minahasa Utara harus segera mengambil sikap tegas terhadap pimpinan Inspektorat.
“Semestinya, Bupati Minut segera mengevaluasi jabatan Stefen Tuwaidan sebagai Inspektur. Jika tidak, dugaan pungli dan kongkalikong yang kuat terjadi di Inspektorat Minut tidak akan pernah hilang,” tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk menjunjung tinggi integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas pelayanan publik. (Josua)
![]()





