
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com — Masyarakat Desa Dimembe dan Laikit bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Laikit, dan tokoh masyarakat, dan pemuda kedua desa secara tegas menolak pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih (KMP) yang dilakukan di atas lapangan olahraga milik bersama warga Desa Dimembe dan Desa Laikit.
Penolakan ini didasarkan pada status lahan yang sejak awal merupakan tanah hibah dari keluarga Kourow Rottie alias Robert Kourow ( Alm Opa Negke). Tanah tersebut dihibahkan secara khusus untuk kepentingan masyarakat umum, khususnya sebagai sarana olahraga, dan selama ini dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola oleh warga kedua desa.
Tokoh masyarakat menyatakan bahwa pembangunan Kantor KMP di atas lapangan tersebut telah menyimpang dari peruntukan awal lahan hibah. Menurutnya, lapangan olahraga merupakan fasilitas vital bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda bahkan semua kalangan, dan tidak seharusnya dialihfungsikan tanpa persetujuan masyarakat kedua desa.
“Lapangan ini adalah milik bersama masyarakat Desa Dimembe dan Desa Laikit. Tanah ini dihibahkan untuk olahraga, bukan untuk pembangunan kantor KMP atau fasilitas lain,” tegas sejumlah tokoh masyarakat desa Laikit.
Sikap penolakan itu didukung penuh oleh para tokoh masyarakat dan pemuda Desa. Mereka menilai pembangunan tersebut tidak hanya mengabaikan sejarah hibah lahan, tetapi juga menghilangkan ruang publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga dan sosial warga.
Lebih lanjut, BPD bersama masyarakat menyampaikan peringatan keras. Apabila aktivitas pembangunan kantor KMP tersebut tidak segera dihentikan, maka masyarakat akan menggalang massa untuk menghentikan sendiri pekerjaan pembangunan di lokasi tersebut.
“Kami berharap pihak terkait segera menghentikan pembangunan ini agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Dan yang kami minta jika lahan tersebut tetap dijadikan lapangan olahraga,” ujar sejumlah tokoh masyarakat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan Pemerintah desa Dimembe dalam hal ini Pejabat Hukum tua bersama Camat Dimembe dan Tokoh masyarakat yang menolak sementara melakukan musyawarah mencari solusi yang tepat. (Josua)
![]()





