Viral Siswa SD Inpres Klabat Belajar di Lantai, Proyek Revitalisasi Rp 926 Juta Diduga Belum Rampung, Ini Penjelasan Kadis Jofieta Supit

oleh
Viral Video Siswa SD Inpres Klabat belajar di lantai.
Viral Video Siswa SD Inpres Klabat belajar di lantai.

Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com — Sebuah video berdurasi 1 menit 2 detik yang beredar luas mengundang perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan sejumlah siswa SD Inpres Klabat, Desa Klabat, Kecamatan Dimembe, yang menjalani proses belajar mengajar di atas lantai tanpa menggunakan kursi dan meja.

Dalam rekaman itu, seorang ibu merekam kondisi ruang kelas yang terlihat dan sembari berbicara dengan seorang guru.

Ada juga foto papan anggaran sekolah yang tertulis anggaran revitalisasi. SD Inpres Klabat diketahui merupakan salah satu dari 17 sekolah di Kabupaten Minahasa Utara yang menerima Dana Revitalisasi Sekolah dengan nilai anggaran mencapai Rp 926.934.344.

Video tersebut juga memperlihatkan kondisi ruang kelas yang belum sepenuhnya selesai direvitalisasi. Terlihat pemasangan keramik (tehel) di dalam kelas belum terpasang secara menyeluruh.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa pekerjaan proyek revitalisasi di sekolah tersebut belum rampung, meskipun sebelumnya sempat digembar-gemborkan sebagai sekolah percontohan dan mendapatkan penghargaan juga disebut telah tuntas.

Hal tersebut juga menuai Peryataan Publik, sejumlah warga turut mempertanyakan maslah ini.

“Ini tu SD Inpres Klabat ?Astagfirullah…memang ABS skali koman, sekolah yangg dapa predikat sebagai sekolah yang katanya terbaik dalam pengelolaan fisik revitalisasi bangunan mar depe tehel nda lengkap kong nda ada meja-kursi, memalukan skali, diduga bekeng ni laporan abal-abal kurang kage,” ujar sejumlah warga.

Baca juga:  Launching Vaksinasi Covid-19 di Sulut, Gubernur Olly Ajak Masyarakat Untuk Bersama Putus Mata Rantai Pandemi

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Jofieta Supit, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa terkait siswa yang belajar di lantai, menurutnya hal tersebut bisa saja terjadi karena siswa memilih belajar di lantai.

Namun pernyataan tersebut bertolak belakang dengan narasi suara dalam video, di mana perekam menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas menjadi penyebab siswa belajar di lantai, sementara waktu ujian disebut sudah semakin dekat.

Terkait pemasangan keramik yang belum selesai, Jofieta Supit membenarkan bahwa memang belum seluruhnya terpasang. Ia menyebut hal tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebelumnya, Femmy Iroth, yang menurutnya telah melakukan sejumlah pelanggaran sehingga akhirnya digantikan.

Saat ditanya apakah pergantian kepala sekolah tersebut berkaitan dengan isu tidak diberikannya jatah 10 persen kepada oknum Opung, Jofieta Supit menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah isu semata.

Baca juga:  Wah.. Mantap, Dilantik Langsung Bupati JG 22 Maret Lalu, Hari Ini Pemkab Minut Akan Keluarkan SK Pembatalan Pelantikan Eselon II, III, IV, Nasib Para Pejabat Dipertanyakan?

Ia menyatakan pergantian kepala sekolah dilakukan murni karena adanya pelanggaran.

Lebih lanjut, Kadis Pendidikan juga menyampaikan bahwa pemasangan keramik tersebut, menurutnya, dibongkar oleh kepala sekolah sebelumnya dan pekerjaan itu tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek revitalisasi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab berada pada kepala sekolah sebelumnya.

Namun, saat ditanya siapa pihak yang melakukan pemasangan keramik tersebut sejak awal, Jofieta Supit menyampaikan dengan nada tidak pasti dan menyebut kemungkinan dilakukan oleh kepala sekolah sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa jika pekerjaan tersebut dilakukan oleh panitia proyek, maka sumber anggarannya dipertanyakan karena tidak tercantum dalam RAB.

Beragam pernyataan tersebut kemudian memunculkan tanda tanya di tengah publik. Sejumlah pihak menilai adanya pernyataan yang dinilai berbelit dan diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait lainnya masih terus diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh kejelasan lebih lanjut. (Josua)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP