
Minahasa Utara, www.inspirasikawanua.com – Ternyata terbongkar sudah praktek gelap dari Developer Perum Agape Grya Tumaluntung. Terinformasi bahwa diduga fasilitas yang digunakan untuk mendistribusikan air ke warga merupakan aset negara berupa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun dari uang rakyat. Ironisnya lagi SPAM tersebut digunakan untuk menguras ratusan juta dari warga setiap bulannya.
Dari hasil penelusuran media ini, ternyata berlokasi di perum Agape Grya Tumaluntung terdapat 2 unit SPAM yang dibangun. Yang pertama di bangun oleh pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan saat ini sudah terbengkalai. Sementara SPAM yang satunya lagi, dibangun juga dengan uang rakyat yang notabenenya adalah aspirasi atau Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPR RI.
“Yang saya tau ada 2 SPAM yang berlokasi di perum Agape Grya Tumaluntung. Yang satu dibangun Pemerintah Kabupaten Minut dan yang satu Pokir milik salah satu anggota DPR RI,” ungkap sumber sembari minta identitasnya dirahasiakan.
Sebelumnya, pihak Owner Perum Agape Noldy Luntungan sempat mendatangi media ini dan menunjukkan SPAM Yang dibangun Pemerintah Kabupaten Minut yang sudah terbengkalai dan sempat meminta SPAM tersebut untuk dibongkar karena sudah tak digunakan. Tetapi dilokasi yang berbeda tidak jauh dari situ terdapat satu SPAM lagi yang katanya tidak dibangun oleh pemerintah Kabupaten Minut yang nyatanya tetap SPAM tersebut milik pemerintah dibangun dari aspirasi masyarakat. Tapi saat ini dikelola pihak swasta untuk memperkaya diri.
Atas hal ini masyarakat Perum Agape kembali memohon Bupati JG agar dapat memperhatikan keluhan masyarakat di Perum Agape Grya Tumaluntung.
“Kata Bupati akan menindaklanjuti masalah di Perum kami. Tolong pak Bupati kami juga masyarakat Minut yang butuh perhatian pemerintah. Kami berharap kiranya Pemerintah Kabupaten dapat turun tangan mengambil alih pengelolaan air di Perum Agape” harap Wanda Wuisan warga Perum Agape Grya Tumaluntung. (Josua)
![]()





