Minahasa Selatan Kembali Jadi Wahana PIDI, 8 Dokter Calon Profesional akan Bertugas Selama Satu Tahun

oleh


Minsel, www.inspirasikawanua.com – Suasana penuh semangat dan harapan mengisi ruang kerja utama Kantor Bupati Minahasa Selatan, saat Franky Donny Wongkar, S.H., secara resmi menyambut kedatangan para peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan II Tahun 2026 yang akan menjalani masa transisi pendidikan akademik menuju praktik profesional di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Acara pertemuan yang dihadiri juga oleh sejumlah pejabat kesehatan daerah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan sektor kesehatan di daerah yang selama sepuluh tahun terakhir tidak menjadi lokasi pelaksanaan program bergengsi ini.

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang merupakan tahapan wajib bagi setiap dokter baru lulus, bukan hanya sekadar proses pembelajaran tambahan. Lebih dari itu, program ini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pengetahuan teoritis yang diperoleh selama studi dengan tantangan praktis di lapangan. Melalui PIDI, dokter muda diharapkan tidak hanya menjadi profesional yang mahir dan mandiri dalam menangani berbagai kasus kesehatan, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang kuat, etika yang tinggi, serta rasa tanggung jawab yang besar dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kembalinya wahana PIDI ke Minahasa Selatan adalah buah dari komitmen yang tak pernah pudar kami dalam memperjuangkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bupati Franky Donny Wongkar dengan penuh bangga. Ia menjelaskan bahwa proses untuk mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Kesehatan tidaklah mudah, melibatkan serangkaian koordinasi intensif dan permohonan yang diajukan pada berbagai kesempatan selama beberapa waktu terakhir. “Kita menyadari betapa pentingnya peran dokter muda dalam memperkuat sistem kesehatan kita, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih,” tambahnya.


Pembukaan resmi wahana PIDI di Minahasa Selatan sendiri telah dilakukan pada tanggal 9 Juni 2026 silam, sebagai bentuk pengakuan dari pusat akan kapasitas dan kesiapan infrastruktur kesehatan daerah. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor HK.02.02/F/1715/2026, sebanyak delapan orang peserta terpilih akan menjalani magang selama satu tahun penuh. Tahapan pelatihan akan dibagi secara merata, yaitu enam bulan pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amurang dan enam bulan berikutnya di berbagai Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah kabupaten.

Baca juga:  Setiap Latihan BFC Sulut United Di Tonton Ratusan Penggemar Bola

Hadir sebagai pendamping Bupati dalam acara sambutan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, dr. Wiwin Opod, M.K.M., menjelaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan yang menjadi lokasi pelatihan telah melakukan persiapan matang. “Kita telah menyiapkan mentor-mentor terbaik, standar operasional yang sesuai dengan pedoman nasional, serta sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran para dokter internsip ini,” ungkap dr. Wiwin. Ia menambahkan bahwa setiap peserta akan mendapatkan bimbingan intensif dari dokter berpengalaman untuk memastikan bahwa mereka memperoleh kompetensi klinis yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat di daerah.


Sementara itu, Direktur RSUD Amurang, dr. Limbert Reinhard Lepa, menyampaikan bahwa rumah sakit siap menjadi tempat pembelajaran pertama bagi para dokter muda. “Di RSUD Amurang, mereka akan berkesempatan menangani berbagai kasus medis dengan tingkat kompleksitas yang beragam, mulai dari kasus umum hingga kasus yang membutuhkan penanganan khusus,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tetap menjaga standar keselamatan serta kualitas pelayanan bagi pasien.

Kembalinya program PIDI ke Minahasa Selatan dinilai sebagai langkah strategis yang memiliki dampak luas bagi pembangunan kesehatan daerah. Selain memberikan kesempatan bagi dokter baru untuk mendapatkan pengalaman praktik langsung di daerah, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas keseluruhan layanan kesehatan di kabupaten. Dengan adanya dokter internsip yang terlatih dengan baik, akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang berkualitas diharapkan semakin meluas, bahkan hingga ke daerah-daerah terpencil yang selama ini sering mengalami kekurangan tenaga kesehatan profesional.

Baca juga:  Bupati Minahasa Selatan Hadiri PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026, Serta Papar Peran Daerah dalam Transformasi Teknologi Pangan

Selain itu, keberadaan program PIDI juga dipercaya akan memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan Kementerian Kesehatan dalam mengembangkan sektor kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berlangsung selama masa pelaksanaan program, tetapi juga menjadi dasar untuk kerja sama yang lebih erat di masa depan dalam hal pengembangan sumber daya manusia kesehatan, peningkatan mutu fasilitas kesehatan, serta implementasi program-program kesehatan yang lebih efektif.

“Bagi kami, pembukaan kembali wahana PIDI bukan hanya sekadar pencapaian atau prestasi yang bisa kita banggakan,” jelas Bupati Franky Donny Wongkar dalam penutup sambutannya. “Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang dalam masa depan kesehatan masyarakat Minahasa Selatan. Dokter muda yang kita terima hari ini nantinya akan menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, bahkan mungkin sebagian dari mereka akan memilih untuk tetap berkontribusi dan membangun karir di daerah ini.”


Para peserta PIDI yang hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih dan antusiasme mereka atas kesempatan yang diberikan. Salah satu peserta, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan bahwa mereka sangat bersemangat untuk belajar dan berkontribusi di daerah. “Kita tahu bahwa tugas yang akan kita jalani tidaklah mudah, tetapi kami siap menghadapinya dengan penuh dedikasi. Semoga kita dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Minahasa Selatan,” ucapnya dengan penuh semangat.

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan dan dukungan yang diberikan dari berbagai pihak, diharapkan pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan II Tahun 2026 di Minahasa Selatan akan berjalan dengan sukses. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokter-dokter profesional yang berkualitas, tetapi juga membawa perubahan positif bagi sistem kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang indah ini. (Fanly)

Loading

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Inspirasi Kawanua di saluran WHATSAPP