Camat Royke Rampengan Sebut Hukum Tua Kaima Tak Jujur, Tau Pasien Positif Covid-19 Tidak Dilaporkan

oleh
Camat Kauditan Royke Rampengan
Camat Kauditan Royke Rampengan

Minahasa Utara, inspirasikawanua.com – Terkait pembinaan yang dilayangkan Pemerintah Kabupaten terhadap Hukum Tua Kaima Bernadus Togas dengan pemberhentian sementara sebagai Hukum Tua terhitung dari tanggal 6 Oktober hingga 5 November karena diduga melanggar protokol Kesehatan Covid-19, kian menarik.

Sebelumnya Hukum Tua Kaima merasa terzolimi dengan hal tersebut, sehingga ia menilai jika pemberhentian sementara dirinya bersifat diskriminasi.

Sementara itu, kepada media ini Camat Kauditan Royke Rampengan menjelaskan jika apa yang telah dilakukan dirinya sudah sesuai prosedur.

Dijelaskan Rampengan, jika dirinya baru tau jika ibu dari Hukum Tua itu positif Covid-19 waktu malam pemakaman dan dirinya segera mencari data terkait hal tersebut.

Baca juga:  Buka MTQ ke-28 Tingkat Provinsi Sulut, Gubernur Olly Pukul Rebana

“Hukum Tua tidak jujur, dia tau ini dan dia tidak melapor ke saya, jika ibunya sudah ditetapkan positif Covid-19 saat sementara dirawat di rumah sakit. Ini pasien Covid-19 jadi jangan disembunyikan, supaya tidak ada lagi klaster baru. Jadi langkah yang saya ambil, adalah membuat surat tersebut dan melaporkan terkait hal ini ke ketua gugus tugas Kabupaten,” beber Rampengan.

Lanjut ditambahkan Camat, jika masalahnya ada pada Hukum Tua yang harusnya menyampaikan jika ada pasien positif Covid-19, ditambah lagi Kumtua adalah Ketua gugus tugas Covid-19 desa Kaima.

Baca juga:  Terima Kunjungan Rio Dondokambey Cs, Wagub Steven Kandouw Dukung Penuh Pelaksanaan Rakorwil KADIN Sulut

“Yang jadi kesalahannya, dia tidak jujur, dia tau sudah positif tapi malah menyembunyikan hal tersebut,” tutup Rampengan. (Josua)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *