
Minsel, www.inspirasikawanua.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus menempatkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran langsung Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., yang meninjau pelaksanaan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di SD Negeri 2 Amurang, Senin (3/8). Kehadiran Bupati bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak usia sekolah mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan yang layak, lengkap, dan berkualitas.
Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak usia sekolah dasar. Melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat serta mempertahankan kekebalan tubuh anak-anak terhadap berbagai penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Lebih dari sekadar melindungi kesehatan individu setiap siswa, pelaksanaan BIAS juga memiliki peran sangat vital dalam membentuk kekebalan kelompok atau yang dikenal dengan istilah herd immunity. Kondisi ini sangat penting untuk menekan laju penyebaran penyakit menular, mencegah terjadinya wabah penyakit yang bisa melumpuhkan aktivitas masyarakat, serta memberikan perlindungan bagi kelompok warga yang secara medis tidak dapat menerima vaksinasi.

Bupati Franky Donny Wongkar dalam kesempatannya menyampaikan bahwa investasi di bidang kesehatan anak adalah investasi masa depan yang paling berharga. “Kita semua sepakat, pembangunan sebuah daerah tidak bisa hanya diukur dari tingginya gedung, mulusnya jalan, atau angka pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu melahirkan generasi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi. Anak-anak kita adalah penerus tongkat estafet kepemimpinan dan pembangunan Minahasa Selatan ke depan, dan tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh besar tanpa terganggu oleh penyakit yang sebenarnya bisa kita cegah sejak dini,” tegas Bupati Franky di hadapan para tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan para siswa.
Pelaksanaan BIAS tahun 2026 ini juga merupakan kelanjutan dari komitmen besar pemerintah daerah yang telah secara resmi meluncurkan kegiatan ini pada tanggal 31 Juli 2026 lalu. Langkah ini sejalan dengan misi utama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk mewujudkan transformasi sosial melalui pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila. Pemenuhan hak anak atas kesehatan menjadi pilar utama dalam upaya menciptakan masyarakat Minahasa Selatan yang maju dan sejahtera. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga dan kekebalan tubuh yang kuat, diharapkan para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih fokus, antusias, dan mencapai prestasi terbaiknya.

Keberhasilan program sebesar BIAS tidak bisa berjalan sendiri, melainkan memerlukan sinergi yang kuat dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Bupati Franky mengapresiasi keterlibatan aktif berbagai pihak mulai dari Dinas Kesehatan, jajaran puskesmas di setiap wilayah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, para tenaga pendidik yang berperan penting di sekolah, hingga dukungan penuh dari para orang tua siswa dan seluruh masyarakat.
“Edukasi yang berkelanjutan, kepercayaan masyarakat, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya kita di Minahasa Selatan adalah kunci keberhasilan program ini. Saya yakin, jika kita bergerak bersama, target cakupan imunisasi tahun 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui. Ini adalah langkah nyata kita membangun benteng kesehatan bagi anak-anak kita, demi mewujudkan generasi Minahasa Selatan yang tidak hanya sehat, tetapi juga cerdas, tangguh menghadapi tantangan zaman, dan memiliki daya saing yang tinggi,” tambahnya.
Kegiatan peninjauan di SD Negeri 2 Amurang ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat. Terlihat antusiasme para siswa yang didampingi oleh guru dan tenaga kesehatan dalam menjalani proses imunisasi. Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan strategis ini sejumlah pejabat tinggi daerah, antara lain Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, Arthur Tumipa, M.Ed.; Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah sekaligus Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Sonny Makaenas, A.P., S.IP., M.Si.; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, dr. Wiwin Opod, M.K.M.; serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Frely Turangan, S.ST.

Selain itu, hadir pula seluruh jajaran perangkat daerah terkait, Kepala SD Negeri 2 Amurang didampingi para guru dan tenaga kependidikan, tim tenaga kesehatan yang bertugas, serta para siswa yang menjadi sasaran utama program ini. Kehadiran para pemimpin daerah secara langsung di lokasi pelaksanaan memberikan semangat sekaligus jaminan bahwa kesejahteraan dan kesehatan anak-anak Minahasa Selatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah.
Melalui pelaksanaan BIAS 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan kembali menegaskan tekadnya untuk terus berjuang mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa di wilayah ini. (Fanly)
![]()





