
Minahasa Selatan, www.inspirasikawanua.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam memajukan kualitas pendidikan daerah melalui penerapan sistem tata kelola berbasis data dan teknologi digital. Hal ini terwujud dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Operator Sekolah dalam Rangka Percepatan Sinkronisasi Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Pengelolaan Aplikasi Rencana Anggaran Sekolah (ARKAS) yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Senin (3/8).
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., yang dalam sambutannya menekankan bahwa penguasaan dan penerapan dua aplikasi utama pendidikan tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berkualitas. Turut hadir dalam momen penting ini Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Febry Dien, S.T., M.Inf.Tech. (Man.), jajaran pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, serta para narasumber dan peserta pelatihan yang berasal dari seluruh satuan pendidikan tingkat SMP di wilayah Minahasa Selatan.

Transformasi Pendidikan Berbasis Digital Sejalan Misi Daerah
Dalam pidato pembukaannya, Bupati Franky Donny Wongkar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan salah satu misi utama pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan, yaitu “Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih berbasis digitalisasi”. Menurutnya, transformasi digital tidak boleh berhenti pada birokrasi pemerintahan semata, namun harus merambah hingga ke satuan pendidikan sebagai ujung tombak pelayanan publik yang paling strategis.
“Kita ingin pendidikan di Minahasa Selatan dikelola bukan lagi berdasarkan asumsi atau perkiraan, melainkan berdasarkan data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya. Dapodik dan ARKAS adalah dua instrumen vital yang menjadi jantung dari sistem tersebut. Dapodik memberikan gambaran nyata tentang kondisi sekolah, siswa, dan tenaga pendidik kita, sedangkan ARKAS memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang kita alokasikan digunakan tepat sasaran, sesuai kebutuhan, dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan mutu belajar,” ujar Bupati Franky dengan tegas.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta yang terdiri dari para pemimpin sekolah dan pengelola data tidak hanya memahami aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga memahami filosofi di baliknya. Penguasaan materi diharapkan mampu diterapkan secara konsisten di masing-masing sekolah, sehingga tercipta perencanaan pembangunan pendidikan yang matang, pengambilan keputusan yang cerdas, serta evaluasi kinerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sinergi BPMP dan Pemkab Minahasa Selatan Wujudkan Pendidikan Bermutu
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara yang telah bersedia menjadi mitra strategis dan tuan rumah dalam kegiatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia pendidikan ini. Kolaborasi ini dinilai sangat penting sebagai upaya bersama untuk meningkatkan standar mutu dan tata kelola pendidikan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan.
Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Febry Dien, S.T., M.Inf.Tech. (Man.), dalam sambutannya menyambut baik inisiatif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Ia menilai keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi sistem data dan penganggaran sebagai langkah maju yang patut dicontoh.
“Ketika data dikelola dengan baik dan anggaran direncanakan secara terukur, maka penjaminan mutu pendidikan akan jauh lebih mudah dilakukan. Kami sangat mengapresiasi komitmen Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Minahasa Selatan. Sinergi ini akan terus kami dukung agar output pendidikan di daerah ini semakin berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Febry Dien.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Arthur Tumipa, M.Ed., serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Marthen Wonseke, M.Pd.. Kehadiran pimpinan dinas teknis ini menunjukkan perhatian besar terhadap keberhasilan implementasi sistem data dan keuangan pendidikan di lapangan.
Data Pendidikan Minahasa Selatan: Potensi Besar, Tanggung Jawab Berat
Dalam paparan materi, disampaikan data terkini yang menggambarkan peta pendidikan tingkat SMP di Kabupaten Minahasa Selatan. Saat ini, terdapat 83 satuan pendidikan SMP yang menampung sebanyak 8.247 peserta didik, serta didukung oleh tenaga pendidik berjumlah sekitar 652 orang guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Angka-angka ini menegaskan betapa besarnya aset sumber daya manusia yang harus dijaga, dibina, dan dikembangkan melalui sistem pendidikan yang sehat.
Bupati Franky menegaskan bahwa data ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari tanggung jawab besar yang dipikul bersama. Pemutakhiran data melalui Dapodik menjadi sangat krusial karena menjadi dasar utama penyusunan seluruh kebijakan pendidikan, mulai dari penyaluran bantuan, penambahan tenaga pendidik, hingga pembangunan sarana prasarana.
“Sekolah-sekolah kita memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda. Tanpa data yang akurat, kita tidak akan tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh sekolah di pedalaman dibandingkan dengan sekolah di wilayah pesisir. Oleh karena itu, sinkronisasi Dapodik harus dilakukan secara disiplin dan berkala agar kebijakan yang kita buat benar-benar tepat sasaran,” jelas Bupati Franky.
Sementara itu, terkait pengelolaan keuangan melalui aplikasi ARKAS, Bupati menekankan pergeseran paradigma penganggaran. Selama ini, seringkali anggaran dinilai hanya dari sisi seberapa cepat dana tersebut habis diserap. Ke depannya, orientasi harus berubah menjadi seberapa besar dampak yang dihasilkan dari penggunaan anggaran tersebut.
“Anggaran pendidikan harus kita arahkan untuk peningkatan kompetensi guru, pemenuhan kebutuhan sarana belajar siswa, peningkatan mutu layanan, dan akhirnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jangan sampai anggaran habis, tetapi mutu pendidikan tidak berubah. ARKAS hadir untuk memastikan bahwa setiap rencana kegiatan dan anggaran yang disusun sekolah benar-benar berorientasi pada kebutuhan nyata dan hasil yang nyata,” tegasnya.

Narasumber Ahli dan Peserta yang Siap Berubah
Untuk memastikan materi yang disampaikan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, panitia menghadirkan narasumber yang merupakan tenaga ahli dan praktisi langsung dari lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan. Mereka adalah Noldy Runtuwene, S.T., M.A.P. (Operator Data Pokok Pendidikan Kabupaten Minahasa Selatan) dan Fanly Kaligis, S.Pd. (Operator Manajemen Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah Kabupaten Minahasa Selatan).
Kedua narasumber ini membagikan pengetahuan mendalam mulai dari teknis penginputan data, cara melakukan sinkronisasi, pemecahan masalah umum yang sering terjadi, hingga strategi penyusunan rencana kerja dan anggaran sekolah yang efektif, efisien, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 83 Kepala Sekolah Menengah Pertama dan 83 Operator Sekolah dari seluruh pelosok Kabupaten Minahasa Selatan. Antusiasme terlihat jelas sejak awal kegiatan, mengingat peran strategis mereka sebagai pengambil kebijakan dan pengelola data di satuan pendidikan masing-masing. Mereka menyadari bahwa keberhasilan transformasi pendidikan di Minahasa Selatan sangat bergantung pada kemampuan dan ketelitian tangan-tangan mereka dalam mengelola data dan keuangan sekolah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar tidak hanya berbicara tentang kemajuan pendidikan, tetapi juga bergerak nyata mempersiapkan fondasi sistem yang kuat, modern, dan berintegritas. Melalui penguasaan Dapodik dan ARKAS, diharapkan Minahasa Selatan akan terus melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter Pancasila, dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas, sebagai investasi strategis pembangunan daerah dan bangsa di masa depan. (Fanly)
![]()





